Transformers 2: Revenge Of The Fallen trailer

Loading...

Harry Potter 6: Half Blood Prince trailer

Loading...

Ice Age 3: Dawn of the Dinosaurs trailer

Loading...

Kamis, 11 Juni 2009

Bercita-cita Menjadi Sutradara

Vebrina Natasya, perempuan kelahiran Bandung ini mempunyai ciri-ciri dengan rambut panjangnya, muka yang merah merona dengan dagu yang tajam, dan dengan tubuh yang relatif pendek. Perempuan yang lahir di Bandung, 21 Februari 1989 pernah menjadi bagian dari tim produksi film Cintapuccino. Dia menjadi salah satu senior atau mentor di dalam komunitas F2PB, Forum Film Pelajar Bandung.

Saat ditemui di GOR C-Tra, Cikutra, Bandung, perempuan yang akrab disapa Mbe ini mengakui sudah berkecimpung di dunia perfilman selama lima tahun yang dimulai dari F2PB itu. Alasan Mbe berkecimpung di dunia perfilman adalah agar segala pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada publik dapat tersampaikan dengan baik melalui film. Selama lima tahun berkecimpung, Mbe telah terlibat dalam pembuatan beberapa film dan iklan. Dia terlibat dalam dua pembuatan film indie berdurasi panjang, yaitu “Ben” dan “Gue”, dua film layar lebar, “Cintapuccino” dan “Me, My Sister, dan Muhammad Ali”, beberapa film pendek, video klip disconnected, Idealego, dan iklan tentang KPK.

Saat ditanya mengenai film favorit yang pernah diproduksi, dia mengatakan Ben adalah film favoritnya, karena Ben masuk salah satu nominasi di festival film Prancis, dan Ben juga pemenang dari festival film yang diadakan oleh KPK. Perempuan yang mengatakan bahwa film adalah salah satu media komunikasi yang efektif ini mengatakan bahwa semua film mempunyai daya tarik dari segi cerita, film yang bagus adalah film yang mempunyai cerita yang menarik. Mbe mempunyai keinginan untuk membuat film yang mengabdi kepada masyarakat dari segi cerita tanpa melihat dari segi komersilnya sebuah film.

Mbe sangat terkejut dengan perkembangan film-film indie di Bandung khususnya. Dia melihat banyaknya SMA-SMA yang mempunyai ekstrakulikuler baru, yaitu ekstrakulikuler film. Dia amat senang dengan dukungan dari stasiun televisi lokal serta wadah-wadah indie seperti Eplex, dengan adanya dukungan yang banyak itu, film indie akan terus berkembang dan berkembang.

Mbe sekarang sedang memproduksi film yang berjudul “Penghulu” yang akan rilis tidak lama lagi. Harapan kedepan untuk film indie, Mbe berharap agar film indie terus maju dan berkualitas, jangan tersendat oleh masalah keuangan, jangan ikut-ikut ide cerita dengan film komersil yang monoton. Bercita-cita menjadi sutradara, Mbe terus berusaha agar kreatifitasnya bertambah dan dapat menguasai semua bidang-bidang yang ada di dunia perfilman.

Sumber: Wawancara langsung dengan Vebrina Natasya, mentor di F2PB.

Jomblo Lagi Jomblo Lagi, Tugas yang Menjadi Sebuah Karya

perkembangan film indie di Indonesia, khususnya di Bandung sangat pesat. wadah-wadah untuk menampung karya indie anak bangsa pun sudah mulai bermunculan. Jadi, para pembuat film indie sudah tidak khawatir film mereka tidak akan ditonton. Film indie merupakan salah satu karya bebas yang tidak terpatok oleh kepentingan komersil. Mulai dari ide cerita, pemain, dana, hingga proses produksi.

Wadah pembelajaran untuk bisa membuat film juga sudah banyak, jadi pagi peminat film yang ingin terjun langsung membuat suatu karya untuk dinikmati banyak orang sudah tidak sulit lagi. Contohnya STUVI, yaitu Sekolah Tinggi mengenai Broadcast dan Pertelevisian. Di dalam sekolah ini ada beberapa program. Salah satunya, tentang Juru Kamera.

Beberapa mahasiswa, dari berbagai Universitas, yaitu Fikom Unpad dan Itenas ikut dalam kursus singkat tentang Juru Kamera. Mereka diberikan tugas akhir membuat karya menggunakan kamera, dan mereka sepakat untuk membuat film.
"Film itu merupakan satu karya yang kompleks, semuanya ada disitu. Kebetulan kita semua mempunyai latar belakang pernah membuat film dan kita sangat tertarik tentang film.", ujar Staf Unit Manajemen Produksi, Novianti Pudji Lestari.

Film yang disutradarai, dimainkan, dan diproduksi oleh mahasiswa ini menghabiskan dana sebanyak 1,5 juta rupiah. Dana tersebut didapat kolektif dari mereka sendiri dan juga sponsor. Film yang mengambil lokasi di Kampus Unpad Jatinangor, Dago Pojok, dan Dipati Ukur ini menjalani proses syuting selama 2 minggu.

Film yang diputar di Lucky Square, Anatapi, Bandung, 30 Mei 2009. Film ini menyedot penonton kurang lebih 50 orang yang pemutaran filmnya dibagi atas dua sesi. Film ini mendapat respon positif, karena kru yang mengerjakannya sangat serius dan tidak hanya melihat film ini sebagai tugas saja, namun sebuah karya yang bisa dinikmati orang banyak.


JOMBLO LAGI JOMBLO LAGI

Drama Komedi

Pemain
Acil: jae
Bayu: zyto ardim
Indah: nurma fitriani
Ratih: iput rizkinanda
Ira: levana mustika

Crew
Sutradara: dienan silmy
As.trada 1: reza setiawan
As.trada 2: chyntia eka
Script writer: prima grahita
Cameraman: deddy kurniawan
Unit produksi manager: noviyanti
Editor: lintang
Art director: dian perdana
director of photografi: aditya nugraha


Sinopsis :
Acil Seorang mahasiswa yang hidup tanpa kekasih dan berteman dgn bayu sahabat karibnya. wanita seringkali menolak cinta yang acil berikan, hingga suatu saat acil harus jatuh cinta pada pacar bayu, Indah.
Dilema besar menghinggapi perasaan acil, disaat dia harus memutuskan pilihannya. Sahabat atau cinta

Triller :
http://www.facebook.com/video/video.php?v=1144923152019&oid=90346969768


Dokumentasi Premier






SUMBER :
wawancara dengan Asisten Sutradara, Reza Setiawan via Facebook
wawancara langsung dengan Unit Manajemen Produksi, Novianti Pudji Lestari

Sineas Indonesia hanya mahir menjiplak?












Sekarang ini, perfilman di Indonesia dengan mengalami masa kebangkitan. Setiap tahunnya lebih dari 10 produksi film tayang untuk menyegarkan penikmat film yang haus akan karya anak negeri. Mulai dari genre drama komedi, horor, action, hingga film anak-anak. Para sieas baik senior maupun sineas muda berlomba menampilkan karya terbaik mereka. Akhirnya film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, dan mampu menemani film-film hollywood di bioskop-bioskop tanah air.

Publikasi yang gencar baik untuk media cetak dan media elektronik juga dilakukan pihak produser. Mereka mempersiapkan sebaik mungkin untuk membuat penonton tertarik. Mulai dari triller, poster film, hingga roadshow ke daerah-daerah.

Namun, yang membuat miris adalah salah satu bagian dari promosi, poster film. Poster film yang pastinya menjadi salah satu daya tarik penonton bagi film tersebut harusnya dibuat secara maksimal. Sekarang ini, bisa kita teliti, banyak sekali poster-poster yang menjiplak karya orang lain. Seprti gambar-gambar yang diatas.

Sungguh aneh, mengapa mereka (para pembuat film) tidak memirkan dampak yang terjadi setelah khalayak tahu, bahwa poster tersebut adalah menjiplak karya orang lain. Mungkin khalayak akan mengecap bahwa sienas Indonesia banyak yang tidak kreatif. Kami pernah menanyakan pendapat dari Putu Wijaya, seorang pakar perfilman dan teater di Indonesia. “Barang jiplakan itu pada waktunya nanti akan dapat ganjaran hukum, oleh pemilik aslinya. Tetapi begitulah dunia dagang yang sudah kebeblasan moral, bukan hanya menjiplak, tipu-menipu dan dosa. Kejahatan pun dibenarkan bila mendatangkan yang mereka sembah: profit. Yang penting yang tidak sudi jangan terpengaruh atau tergerus.”, ujarnya.

Kasus jiplakan seperti ini sudah mendatangi industri musik di Indonesia. Apakah Indonesia hanya mahir dalam menjiplak karya orang lain?

SUMBER :
http://antownholic.com/film-indonesia-makin-indonesia/

http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=300444

wawancara via email dengan Putu Wijaya

Perkembangan Film Indie



Indie, sebuah kata yang berasal dari kata independent yang berarti bebas, merdeka, berdiri sendiri, dan mandiri. Indie saat ini dapat dikatakan sebagai sebuah seni yang berkembang. Indie dapat berarti pula memproduksi, membuat, sesuatu dengan kemampuan sendiri dan tentunya dana sendiri. Bukan hanya itu saja, indie juga dapat berarti berani tampil berbeda, berani tampil dengan idealisme sendiri, berani melakukan percobaan menggunakan arus yang berbeda. Indie bukan hanya istilah untuk musik, tetapi banyak juga jenisnya, seperti film indie, komik indie, komunitas indie, clothing indie, dan banyak lagi macamnya.

Di sini, kita akan lebih membahas tentang film indie yang terus berkembang di Bandung. Film indie merupakan sebuah media indie untuk mengungkapkan kreatifitas anak-anak muda. Media indie pada dasarnya adalah media-media yang dibuat secara swadaya oleh individu atau kelompok kecil. Jenis media ini kadang juga disebut "media alternatif". Film indie maksudnya adalah sebuah film yang diproduksi oleh sekelompok orang dengan usaha sendiri, di dalam studio yang kecil, dengan dana yang minim, namun mengusahakan kualitas yang maksimal.

Mangasi Napitupulu, Ketua Umum LFM, ITB, mengatakan bahwa dulu film indie dianggap sebagai film yang berkualitas rendah, film pendek. Tapi, saat ini film indie meluas artinya, jadi sekarang film indie mempunyai arti sebagai ide yang bebas. Walaupun mereka dibiayai oleh pihak manapun dan ide mereka bebas, itu masih dikategorikan sebagai film indie. Banyak juga film maker indie yang berkembang ke kualitas film dan teknologi yang telah berkembang dari sekarang, mereka merangkak untuk maju. Dengan hal-hal itu, mereka berusaha memperbaiki kualitas dan citra film indie, sehingga kualitas film membaik tanpa melupakan idealisme mereka sebagai film maker indie.

Istilah film indie sudah sangat popular dikalangan para insan film. Dengan peralatan seadanya mereka memproduksi film berdasarkan kreatifitas. Awalnya hanya untuk kepuasan pribadi dan dipertontonkan bersama teman. Semakin hari bendera film indie makin berkibar di tanah air. Sekarang ini, sudah banyak wadah-wadah yang menampung film-film indie di Indonesia, seperti Eplex yang terdapat di PVJ, Bandung.

Marliane Ayank sebagai supervisor dari Indiecinema, Eplex mengatakan bahwa indie sendiri telah mengalahkan mayor label untuk musik, dan khususnya di Bandung, istilah indie sudah sangat menjamur dan menyedot massa. Untuk film indie, Eplex sendiri sudah menerima sekitar 50 film indie, hal itu membuktikan bahwa film indie pun sudah menjamur di kalangan anak muda, khususnya komunitas indie, hal itu menandakan perkembangan film indie sangatlah pesat dibandingkan dengan sebelumnya.


Sumber : www.wisegeek.com/what-is-an-indie-movie.htm
http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=5697
http://www.majalahopini.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=133:perkenalan-indie-movie&catid=46:event&Itemid=48
www.wikipedia.com
http://www.musikator.com/jangan-pernah-menjadi-indie-yang-bodoh/
http://omahmusic.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=15.
Wawancara dengan Marliane Ayang, Supervisor Indiecinema dan Mangasi Napitupulu, Ketua Umum LFM, ITB.

Komunitas Film yang Berawal dari Propaganda






Liga Film Mahasiswa, sebuah UKM yang menampung kreatifitas mahasiswa ITB di dunia film indie dan fotografi. Kebangkitan LFM dimulai dari tanggal 21 April 1960 karena propaganda yang diberikan oleh pemerintah Amerika. Pemerintah memberikan proyektor ke beberapa kelompok mahasiswa di ITB, lalu ada satu badan yang dibentuk yaitu Liga Mahasiswa, badan ini bertugas untuk memutarkan film-film dari Amerika untuk menyebarkan propaganda tadi. Akhirnya sekarang, Liga Mahasiswa tersebut berubah nama menjadi Liga Film Mahasiswa.

Inti dari komunitas ini adalah bidang perfilman. Dengan pembagian ke dalam empat subbidang yang berhubungan dengan perfilman, LFM berdiri tegak dengan beranggotakan 250 mahasiswa ITB. Empat subbidang tersebut, yaitu fotografi, videografi, kine club, dan pertunjukkan. LFM telah bekerjasama dengan berbagai komunitas film indie di Bandung, seperti F2PB, 9 Matahari, kampus Unisba, dan kampus lainnya baik di Bandung dan di luar Bandung.

Setiap tahun, anggota LFM diwajibkan untuk menciptakan lima sampai enam film. Untuk itu, LFM terus merekrut anggota dan latihan yang rutin serta materi yang terus diberikan untuk menambah pengetahuan anggota LFM tentang perfilman. LFM telah mendapatkan beberapa penghargaan atas karya film-filmnya, diantaranya dari film “terang di atas terang” yang mendapat juara dua dari lomba yang diadakan di UI, lalu “one minute video” yang dikirim ke Belanda.

Persaingan LFM dengan komunitas lain lebih berarti bekerja bersama-sama mengembangkan kemampuan film. Mangasi Napitupulu, sebagai ketua umum LFM mengatakan bahwa komunitas film itu selalu tumbuh bersama-sama, sama-sama belajar, sama-sama memberitahu, sama-sama berdiskusi dan mengembangkan film. “Kalau ditanya masalah kualitas, yah lumayanlah, karena kita semakin mengeksplore teknik-teknik pengambilan gambar, teknik-teknik animasinya” lanjut Mangasi.

Tujuan LFM ke depan adalah dengan menyebarluaskan film yang telah mereka ciptakan agar dapat ditonton dan dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. LFM pada bulan Desember 2009 nanti akan mengadakan Ganfest, Ganesha Film Festival, yaitu festival film untuk semua masyarakat, semua film yang ditampilkan akan diapresiasi di sana.

Sumber : Wawancara langsung dengan Mangasi, ketua LFM, ITB

Kamis, 23 April 2009

“Form Follows You”








NOKIA adalah salah satu merek ponsel yang paling sering mengeluarkan inovasi-inovasi dalam bidang teknologi komunikasi. Seakan tidak puas hanya dengan mengeluarkan satu-dua ponsel dalam satu tipe, Nokia terus memperbaharui tipe-tipe dengan fitur-fitur yang semakin lengkap. ini dia inovasi terbaru, Nokia 888. Ponsel ini adalah inovasi dari ponsel yang digabungkan dengan kebutuhan manusia akan kemudahan berkomunikasi di saat mobilitas tinggi.

Design yang unik ini, didapatkan dari pemenang lomba Nokia Design Award, Tamer Nakisci. Pihak Nokia, sebelumnya tidak berniat untuk di publikasikan apalagi di jual, hanya sebagai prototype. Namun, pada akhirnya Nokia mencoba merealisasikannya. Itu semua karena berbagai fleksibilitas dan pertimbangan akan ponsel tersebut. Bagi penggemar inovasi dari Nokia, anda akan bisa menikmati segala fitur Nokia 888 yang akan rilis 2010.

Dengan konsep "Form Follows You", Nokia membuat ponsel ini bisa menyesuaikan bentuknya dengan tema hari anda. Mudah, ringan, dan fleksibel. Pada beberapa tahun terakhir, hampir semua merek ponsel kembali ke bentuk yang besar, dengan layar yang besar pula. Untuk bisa membuat para penggunanya lebih leluasa menggunakan aplikasi dengan layar besar. Namun, sepertinya Nokia membuat inovasi terbaru dan kembali ke beberapa tahun belakangan sebelum ponsel besar kembali berjaya. Kecil, ringan, dan fleksibel tentunya.

Segmentasi yang ditujukan Nokia untuk para remaja yang memiliki mobilitas yang tinggi saat beraktivitas. Nokia menawarkan design yang sesuai dengan tempat, waktu, dan kegiatan. Karena para remaja banyak yang melakukan kegiatan dalam satu hari, maka dari itu ponsel ini sangat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Teknologi yang digunakan dan juga menjadi salah satu keuntungan dari ponsel ini adalah baterainya yang cair dan bentuknya yang lentur seperti sabuk. Ponsel ini juga memiliki teknologi dengan layar sentuh yang flexibel dan badan ponsel yang memiliki sensifitas tinggi terhadap sentuhan. Dan juga fitur pengenalan suara untuk melakukan panggilan.

Hal lain yang juga menjadi keuntungan dari ponsel ini adalah anda bisa membawanya dalam bentuk apa saja. Tidak seperti ponsel kebanyakan yang hanya dapat dibawa dalam saku atau genggaman anda. Anda bisa membawanya dengan melingkarkannya di lengan anda, atau bisa juga membuatnya seperti penjepit baju. Ponsel ini juga lebih "Ergonomical", yaitu melakukan perubahan bentuk. Sebagai contoh, saat anda menerima panggilan, ponsel ini bisa kembali berubah bentuk dari penjepit baju menjadi ponsel yang biasa anda gunakan. Ponsel ini juga memiliki fungsi lain, yang juga menjadi keunggulannya, yakni ponsel ini seperti peliharaan elektronik, mendeteksi gerak, mengerti apa yang kita inginkan dan merespon secara baik. Ponsel ini seperti seseorang yang mempelajari anda untuk menyesuaikan dengan kegiatan anda.

Selain begitu banyaknya keunggulan dari ponsel yang akan rilis tahun 2010 ini, ada beberapa kerugian. Belum terpercayanya ponsel ini karena masih menjadi keluaran pertama dari Nokia. Hal lain adalah ponsel ini masih rentan akan sobek, karena bentuknya yang terlalu lentur. aksesoris yang masih langka dan belum terbukti keawetannya adalah beberapa dari kerugian ponsel ini.

Dengan harga perkiraan $ 294 (atau sekitar 2,6 juta rupiah), fitur ponsel ini sebenarnya sama saja seperti ponsel-ponsel lainnya, yaitu telefon, sms, video, kamera, internet, dan lain-lain. Namun, yang membuat ponsel ini berbeda adalah E-motions, yaitu fitur electronic motion, dimana anda bisa mengirim dan menerima bentuk kepada orang lain.Kita juga bisa membuat ponsel ini berubah seperti E-motion yang kita kirim. inilah sisi menarik dari teknologi ini.

Bagi anda penggemar berat ponsel-ponsel Nokia, selamat menunggu dan mencoba inovasi terbaru dari Nokia. =)




SUMBER:

* www.nokia888.com

* www.speedytown.com/goodday/index.php/ponsel-handphone-nokia-harga-murah-terbaru- fitur-canggih/

* http://uangmayainternet.blogspot.com/2008/07/10-handphone-tercanggih-saat-ini.html

* www.kaskus.us/showthread.php?t=950105



Sabtu, 04 April 2009

Jarak Antara Media Massa dan Internet

Banyak orang yang menyatakan bahwa internet bukanlah sebuah media massa, media massa bukanlah internet. Sampai sekarang, hal ini masih menjadi perdebatan. Sebenarnya, apakah yang menjadi perbedaan antara internet dan media massa? Kita akan mengkaji dengan lebih sistematis tentang perbedaan yang terdapat pada internet dan media massa.

Media Massa

Media massa adalah jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.

Tiap hari kita selalu mendapatkan informasi terbaru dari media massa, baik elektronik maupun cetak. Media massa selalu memberikan informasi yang penting untuk khalayak. Setiap media mempunyai sifat dan ciri yang berbeda-beda, begitu juga media massa.

Media massa mempunyai sifat sebagai berikut:

  1. Publisitas : disebarkan kepada khalayak.

  2. Universalitas : jenis pesan sifatnya umum.

  3. Periodesitas : diterbitkan secara berkala.

  4. Continueitas : berita yang disajikan berkesinambungan, berpola, dan
    terus dikpas sampai berita itu tidak menarik lagi.

  5. Akuntabilitas : pesan dapat dipertanggung jawabkan.

Tujuan utama dari media massa dan juga sekaligus menjadi fungsi utama adalah untuk menyebarkan informasi kepada khalayak dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan dengan melalui suatu media. Media tersebut dapat berupa koran, televisi, radio, dan majalah.

Internet

Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'interconnected-networking') ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Internet adalah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol).

Di jaman seperti sekarang ini, internet menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi banyak orang. Kebutuhan akan informasi yang cepat, menjadikan internet sebagai media yang tepat. Informasi yang didapatkan bukan hanya lewat hitungan hari ataupun hitungan jam, tapi juga hitungan detik. Informasi lewat internet bisa berubah begitu cepat.
Mudahnya mengakses internet pun menjadikan media ini begitu cepat digemari. Tidak hanya lewat PC ataupun laptop, tapi khalayak bisa mengakses internet dari handphone mereka. Dimanapun dan kapanpun. Kecepatan informasi yang diberikan situs-situs di internet pun menjadi saingan untuk media massa.

Lima Fungsi dari internet:

  1. Pertukaran pesan melalui e-mail.

  2. Sebagai resource searching.

  3. Sebagai penjaga komunitas.

  4. Sebagai alat promosi dna publikasi.

  5. Dapat menghubungkan kita kepada seluruh dunia.

Cukup lima fungsi internet yang dipaparkan di sini. Karena akan cukup menghabiskan halaman untuk menyebutkan satu per satu fungsi dari internet. Tujuan utama dari penggunaan internet adalah untuk mencari informasi yang tidak terbatas.

Perbedaan

Di mulai dari sifat media massa yang nomor tiga, periodesitas, internet bukanlah media yang diterbitkan secara berkala. Dalam internet kita bisa mencari informasi mulai dari beberapa tahun yang lalu, sampai informasi terbaru. Internet tidak akan berkala, karena internet bukanlah institusi yang mempunyai deadline atau jangka waktu untuk memberikan informasi. Hal ini terkecuali untuk koran online.

Lalu perbedaan selanjutnya ada pada sifat yang kelima, akuntabilitas. Pesan di media massa tentu dapat dipertanggungjawabkan oleh pemred. Jika salah seorang wartawannya memberikan informasi palsu, tentu akan menjadi sebuah masalah. Berbeda dengan internet yang informasinya kita dapat dari entah siapa. Informasi yang ada diinternet tidak dapat dipertanggungjawabkan karena internet memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk memberikan informasi tanpa terkecuali. Karena itu dikenal istilah HOAX dalam dunia internet, HOAX adalah sebuah sebutan untuk informasi yang dianggap salah atau menyesatkan dan yang menyebarkan kemungkinan besar tidak akan dijadikan sebuah masalah.

Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari aktualitas informasi. Informasi dalam sebuah media massa, koran misalnya, hanya akan dapat dilihat pada hari itu saja, jika koran tersebut tidak diarsipkan. Jika dalam dunia internet, kita dapat melihat informasi dari tahun-tahun yang lalu. Tidak dipedulikan aktualitas di dunia internet. Internet dapat menyimpan berbagai informasi dari berbagai zaman, jika dalam media massa, informasi lima tahun yang lalu tidak akan muncul kembali.

Kesimpulan

Memang fungsi media massa dan internet adalah sebuah kesamaan, yaitu memberikan informasi kepada khalayak luas, walaupun dengan cara yang berbeda-beda. Tapi dengan banyaknya perbedaan yang menjadi jarak kedua media tersebut, dapat kami simpulkan bahwa memang internet dan media massa adalah dua hal yang berbeda.

Sumber:

1. Wikipedia

2. http://wss-id.org/blogs/ido_p/archive/2007/09/25/fungsi-internet.aspx

3. http://davidsanjana.wordpress.com/2008/07/21/peran-fungsi-media-massa/

4. http://cewex-fikom.blog.friendster.com/2008/11/internet-berbeda-dengan-media-massa/